Negara Balkan mengaku bahwa Sovietlah penjajah yang sebenarnya

Posted: by Aldian Kresna N. in Label:

  


  Sementara buat negara-negara di Eropa Tengah dan Timur, peringatan di Moskow dianggap sebagai peringatan tragedi. Karena setelah menderita di bawah rejim Nazi mereka harus kembali tertekan akibat komunisme. Bagi Eropa Timur hari pembebasan itu baru terasa setelah tembok Berlin runtuh pada 9 November 1989. Sedangkan buat negara-negara Baltik yang menderita di bawah pemerintahan sentral komunis Moskow, kebebasan baru bersemi pasca tahun 1991 setelah terjadi gerakan pembaruan ekonomi "perestroika" dan keterbukaan "glasnot" yang mengambrukan Uni Soviet.

  Monumen Perjuangan Warsawa di Ibukota PolandiaPendudukan Soviet


Jacek Magala merupakan sosiolog Polandia. Menurutnya, bagi warga Eropa Timur perang dunia kedua dimulai dengan serangan kombinasi dua kekuatan besar yaitu Rusia dan Jerman pada September 1939. Hitler bekerjasama dengan Stalin menduduki Polandia dan negara-negara Baltik.



  "Dari tahun 1944 hingga 1945 saat pasukan Rusia kembali berkuasa, deportasi dilakukan terhadap seratusan ribu warga Estonia, seratusan ribu Latvia, seratusan ribu warga Baltik, 150 ribu warga Polandia, 300 ribu warga Ukraina, seratusan ribu Bulgaria dan seratusan ribu Hongaria. Mereka dideportasi ke Siberia. Sebagian besar meninggal. Mereka ditangkap dan dalam satu jam harus segera berkemas. Kegiatan tersebut dimulai pada musim panas. Mereka harus menempuh perjalanan selama satu pekan ke Siberia. Banyak yang tak kuat dalam perjalanan. Hanya sekitar 400 orang yang tiba di Siberia. Pada musim semi tahun depannya mereka yang tersisa itu akhirnya meninggal semua."

  "Dapat dikatakan bahwa pendudukan Soviet atas Eropa Timur sedikitnya lebih menyakitkan ketimbang pendudukan Hitler. Apalagi ketika Hitler mengalami kekalahan di tahun 1945 dan pasukan Jerman dipukul mundur, warga Eropa Timur turut ambil bagian dalam perang melawan Hitler secara mandiri. Seperti yang dilakukan oleh Hongaria dan Slovakia. Sekalipun begitu pada akhirnya justru Rusia yang ganti berkuasa. Padahal Rusia ini pula yang pada awalnya memulai perang bersama-sama dengan Hitler. Hanya saja Rusia yang tampil sebagai pemenang perang. Setelah itu selama 40 tahun kami senantiasa harus mengucapkan terima kasih atas hari pembebasan yang sebenarnya bukan pembebasan. Kami harus menjalani kebohongan tersebut selama 40 tahun. Itu benar-benar menyakitkan!"

  Sosiolog Polandia, Jacek Malaga, tidak sendirian bersuara kritis seperti itu. Negara-negara Baltik seperti Estonia dan Lithuania menolak hadir dalam peringatan 60 tahun kemenangan Tentara Merah atas Nazi Jerman atas dasar pertimbangan sama. Mereka masih menunggu permintaan maaf Moskow atas pendudukan lepas tahun 1945, karena dianggapnya pemerintah sentral komunis tersebut banyak melakukan pelanggaran hak asasi manusia. Negara-negara Baltik berusaha menunjukan upaya menjauh dari Rusia, yang dianggap sebagai penjajah.




0 komentar :

W A R N I N G !

DALAM BERKOMENTAR SETIDAKNYA ANDA HARUS :

> BERTUTUR KATA YANG SOPAN
> TIDAK BOLEH SPAMING DI BLOG INI
> TIDAK BOLEH MENGANDUNG UNSUR LINK ATAU SEJENISNYA
> TIDAK BOLEH BERKOMENTAR DENGAN HAL YANG TAK PANTAS

ATAS KERJASAMANYA SAYA UCAPKAN TERIMAKASIH.
BY :ADMIN


Selamat datang

Halo para pengunjung ! Selamat menjelajah dan semoga ilmunya bermanfaat , terimakasih.